Info Pengunjung
Info ini mula diaktifkan pada 30 Januari 2008. Harap Maklum.| Harapan Orang Kristen |
|
| Monday, 26 June 2006 | |||||
|
Demikianlah seharusnya harapan orang Kristen didasarkan. Iman itu akan melindungi kita dalam menghadapi pencobaan-pencobaan. Iman itu pula yang menuntut kita untuk setia dan menjaga ketaatan kita kepada Tuhan dan janji-janji-Nya. Pertama, harapan selama di dunia adalah harapan yang dapat dilihat. Harapan-harapan ini semu dan tidak kekal. Bahkan cenderung menjebak dan menjerumuskan. Harapan ini membutakan mata rohani manusia dan menggiringnya melakukan tindakan yang tidak berkenan di hadapan Allah. Dengan segala kecerdikan dan kelicikan, termasuk di dalamnya mencuri, korupsi, menipu, dan segala macam kejahatan lainnya, orang dapat menumpuk harta-benda, uang, dan materi sebanyak-banyaknya. Suatu waktu orang-orang ini akan binasa tanpa harapan untuk menjadi warga kerajaan surga (Mat. 13:42). Kedua, harapan yang berasal dari Yesus Kristus. Dalam Yohanes 14:6 Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Kalau kita hidup dan berjalan bersama-sama dengan Kristus, persahabatan itu akan mengantar kita ke Kerajaan Surga. Ini adalah kehormatan dan kebanggaan yang paling sejati. Bagi orang Kristen harus ditekankan bahwa Yesuslah satu-satunya harapan dalam memenuhi segala kebutuhan. Menurut Rasul Paulus dalam 1 Timotius 1:1, Yesus Kristus adalah dasar pengharapan. Artinya, Yesus Kristus adalah satu-satunya pengharapan dan satu-satunya jawaban atas semua masalah hidup manusia. Hal ini harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama bila tertimpa masalah karena tidak ada jalan lain selain minta pertolongan dari-Nya (Mat. 7:7-8). Dalam Yohanes 14:3, Yesus bercerita bahwa Ia akan pergi ke rumah Bapa dan menyediakan tempat bagi kita supaya di mana Yesus berada, ada juga tempat untuk kita. Janji Yesus pasti dan akan terjadi. Masih dalam cakupan kategori ini, termasuk juga harapan untuk bebas dari penghukuman kekal. Kita semua tidak dapat terhindar dari segala hukuman yang kekal nantinya. Syarat untuk luput adalah hidup kudus dengan pertobatan yang akan tercermin dari buah-buah roh yang tetap (Gal. 5:22-23). Ketiga, harapan yang tidak dapat dilihat, yaitu harapan kebangkitan dan keselamatan. Rasul Paulus mengatakan kalau kita percaya bahwa Yesus Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah pemberitaan kita, sia-sialah kepercayaan kita, kita sama dengan orang duniawi dan kita masih hidup bergelimpangan dalam dosa sehingga menjadi orang yang paling malang dari segala manusia (1 Kor. 15:12-29; 1Tes. 4:13-18). Rasul Paulus menyangkal dan menolak tegas tidak adanya kebangkitan orang mati karena Yesus Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati. Kita pasti akan dibangkitkan kalau kita sudah mengalami kematian daging. Atau kita akan menyongsong Yesus Kristus di angkasa bila masih hidup pada kedatangan-Nya yang kedua kali. Rasul Paulus senantiasa mengingatkan bahwa kita diselamatkan dalam pengharapan dan kepercayaan dalam Yesus Kristus (Rm. 8:24; 10:9-10). Ia juga berpesan kepada Timotius (1 Tim. 1:15) bahwa Kristus datang ke dalam dunia dengan misi untuk menyelamatkan semua orang berdosa. Inilah pengharapan yang memberikan sukacita yang sejati.
Sumber : Bahana Magazine Online
Hanya user berdaftar sahaja yang dibenarkan menulis komen. Sila daftar. Percuma! |
|||||



Apa yang menjadi harapan orang Kristen? Sebelum merenungkan harapan anak-anak Tuhan, marilah kita lihat bagaimana iman sebagai orang-orang Kristen. Dalam Surat Ibrani 11:1 tertulis, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”