|
Berita
|
|
Saturday, 20 June 2009 |
|
Bucking the trend of denominational decline, Assemblies of God churches continue to grow in membership, according to the latest report.
For an astounding 19th year in a row, the number of people who consider themselves Assemblies of God (AG) adherents increased—this year to more than 2.8 followers, marking a 1.3 percent rise. The news comes on the heels of a recent nationwide study that found most mainline groups—including Southern Baptists, Roman Catholics, Episcopalians, Presbyterians and Lutherans—in decline.
"The increase by more than 1 percent is significant," said statistician Sherri Doty, who contributed to the denomination's Annual Church Ministries Report. "The U.S. population grows by about 1 percent a year, [so] this is an indication that we are growing faster than the population. And in light of the steady declines in attendance by other religious organizations over the past years, this is encouraging news."
Weekly church attendance among AG churches grew by 1.6 percent, while baptisms grew 0.5 percent. The report also indicated, however, that fewer non-Christians were committing their lives to Christ at an AG church.
"We are grateful for another year of growth as we continue to focus on prayer, church planting and revitalization, pastoral leadership training and enhanced local ministry resources," states General Secretary James Bradford. "Some of our hardest work is yet ahead of us, but we are encouraged and aiming at accelerated growth in the future." [AG News, 6/17/09]
|
|
|
Aktiviti Grace
|
|
Sunday, 14 June 2009 |
|
Shalom Semua! Gambar sempena Ibadah Keamatan sudah dimuat naik ke album gambar. Harap Maklum dan Tuhan Berkati.
|
|
|
Mesej dan Renungan
|
|
Tuesday, 09 June 2009 |
|
Worship Leading is a far more complex role than most worship leaders realize! They start off thinking that all they have to do is sing and the rest will follow, but over the years I have learned many things about worship leading and handling my musicians and singers. In creating and working with different worship teams I have also made hundreds of mistakes, most if which I do not want you to make when you are Worship Leading . I would like to share with you a couple of things I’ve been taught, in the hope that you’ll be able to duck these little bumps along your own journey.
Worship leading needs to be a passion for the worship leader, but for most of your band and singers, you may be dispirited to find that they are not as passionate as you when it comes to your worship leading!
|
|
Baca Seterusnya
|
|
|
Mesej dan Renungan
|
|
Thursday, 21 May 2009 |
|
Tuhan mau kita untuk membawa sistem kerajaan-Nya ke dunia marketplace.
Apa itu dunia marketplace? Dunia marketplace adalah tempat kegiatan Anda sehari-hari, termasuk tempat kerja, tempat usaha, kampus. Berarti marketplace mencakup keluarga, bidang hukum, kepemerintahan, media dan komunikasi, art dan entertainment, pendidikan, ekonomi.
Lukas 19:13 menyatakan bahwa kita harus berdagang sampai Yesus (sang raja) datang kembali. Kita harus mengelola apa yang sudah dipercayakan pada kita untuk pengembangan kerajaan-Nya. Kata berdagang di Lukas 19:13 di beberapa terjemahan lain berkata “kuasai sampai Aku datang”. Jadi, Tuhan sudah memerintahkan kita untuk berkuasa di dunia marketplace.
Bagaimana caranya kita bisa memenuhi setiap bagian daripada masyarakat dengan urapan dan kemuliaan Allah?
Langkah pertama adalah mengenal taktik kebohongan sang penguasa sementara di dunia marketplace, yaitu Lucifer.
|
|
Baca Seterusnya
|
|
|
Mesej dan Renungan
|
|
Tuesday, 31 March 2009 |
|
Dalam situasi krisis yang melanda Amerika bahkan dunia, tidak sedikit manusia telah kehilangan pekerjaan, rumah, keluarga bahkan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Disisi lain, tidak satupun seorang manusia yang tidak pernah mengalami krisis dalam hidupnya. Entahkah dia orang Percaya, orang Atheis, Tua, Muda, Kaya, Miskin, kulit Coklat, Hitam, Putih semua kita pernah melewati krisis itu dalam hidup ini.
Berbagai pandangan manusia juga berbeda-beda ketika mereka melewati atau memandang sebuah krisis, ada yg survive tapi ada juga yg gagal. Baik itu krisis keluarga, Pekerjaan, Kesehatan, Lingkungan, Ekonomi, pendeknya semua yang ada diatas muka bumi ini selama kita hidup, kita akan dan pernah melewati yang satu ini.
Saya ingin sharing dan mencoba membagi pengalaman ini, ketika melewati masa-masa krisis itu dalam hidup saya. Tidak semua mungkin kita agree dengan pandangan dan langkah-langkah yg saya ambil ketika melewatinya. Tapi biarlah boleh menjadi berkat bagi kita, dan saya mengakui tidaklah mudah untuk kita mampu dan tetap kuat ketika melewati masa-masa krisis itu, saya menyadari kita masih manusia biasa yang oleh karena kasih karuniaNya sajalah kita tetap kuat. Salah satu kekuatan itu adalah lihatlah krisis itu sebagai proses dimana kita sedang memasuki satu keadaan yg lebih baik yg telah disediakan olehNya. Ya hanya melalui kaca mata rohani yaitu iman, kita akan mampu dan mengerti bahwa saat kita masuk pada masa krisis Tuhan sedang membawa kita kepada hal-hal yang baru.
|
|
Baca Seterusnya
|
|
|
Mesej dan Renungan
|
|
Thursday, 12 March 2009 |
|
Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada editor salah satu surat kabar di inggris, seorang pria mengeluh karena ia tidak melihat adanya manfaat pergi beribadah di gereja setiap Minggu.
"Sampai saat ini saya telah mengikuti kebaktian cukup teratur selama 30 tahun terakhir," tulisnya,"dan selama itu... saya telah mendengarkan tidak kurang dari 3000 kotbah.
Namun yang saya takutkan adalah ternyata saya tidak dapat mengingatnya satu pun diantaranya.
Saya berpikir mungkin waktu kotbah pendeta itu akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk melakukan hal lain.
Surat itu menimbulkan banyak reaksi. Namun,satu di antaranya menjadi solusi dari permasalahan ini :
" Saya telah menikah selama 30 tahun. Selama waktu itu saya telah menyantap 32.850 hidangan .Sebagian besar adalah masakan istri saya. Tiba-tiba saya menyadari bahwa saya tidak dapat mengingat satu pun menu itu. Namun demikian, saya memperoleh gizi dari setiap hidangan itu. Saya yakin sekali bahwa tanpa segala hidangan itu saya tentu mati kelaparan bertahun-tahun lalu."
Ibrani 10:19-25
Sumber : AirHidup.Com
|
|
|