|
Mesej dan Renungan
|
|
Friday, 22 January 2010 |
|
Dewasa ini, kebutuhan akan pribadi-pribadi berkualitas tinggi semakin tinggi. Abad ke-21 adalah era dimana hanya orang-orang yang berkualitas, mantap, dan memiliki keunggulan dibandingkan orang kebanyakan akan meraih keberhasilan. Bercermin dari kehidupan Yusuf, Anda dapat beberapa hal yang dapat dipelajari untuk menjadikan Anda sebagai pribadi yang mantap.
1. Milikilah prestasi kerja yang handal. Sebagai seorang budak, penyertaan Allah membuat hidup Yusuf berbeda. Yusuf selalu berhasil dalam pekerjaannya. Kualitas kerjanya yang bagus diakui sehingga Potifar pun memberinya kepercayaan lebih (Kej. 39:2-3). Bagaimana dengan prestasi kerja Anda sampai saat ini dan sejauh mana Anda mengizinkan Allah terlibat dalam seluruh kehidupan Anda?
2. Jadilah orang yang dapat dipercaya. Orang yang disertai Tuhan adalah orang yang dapat dipercaya. Yusuf membuktikan bahwa ia dapat dipercaya oleh banyak orang, mulai dari keluarganya, Potifar, sampai Firaun pun mempercayakan kepadanya untuk mengurus keperluan pangan seluruh negeri kepada Yusuf. Latihlah diri Anda untuk menjadi orang yang dapat dipercaya: oleh keluarga, teman-teman, atasan, pendeta, dan oleh Tuhan. Kepercayaan tidak dimulai langsung dengan hal-hal yang besar melainkan dari hal-hal kecil yang dikerjakan dengan serius dan penuh tanggung jawab.
|
|
Baca Seterusnya
|
|
|
Mesej dan Renungan
|
|
Wednesday, 20 January 2010 |
|
2 Timotius 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman
Adakah persamaan antara perenang dengan pebulutangkis? Jelas beda. Perenang bertanding / berlomba di dalam air, sedangkan pebulutangkis bertanding di lapangan.
Bagaimana dengan pemain sepak bola dan pecatur? Juga berbeda. Pemain bola menyentuh dan menendang bola. Sedangkan pecatur tidak mungkin bertanding dengan menyentuh dan menendang.
Kalau pelari dan petinju? Juga berbeda. Pelari, begitu peluit dibunyikan, mereka akan berusaha berlari sekencang-kencangnya untuk menjauhi lawan-lawannya. Sedangkan petinju, begitu bel berbunyi, mereka berusaha untuk saling merangsek dan saling memukul.
Ada hal lain yang begitu menentukan kemenangan mereka, yakni:
1. Melakukan pertandingan/perlombaan dengan sungguh-sungguh
Setiap atlet pasti melakukan pertandingannya dengan sungguh-sungguh dan bersemangat. Tidak ada perenang, ketika berlomba sambil begejesan (bergurau). Juga tidak dijumpai pemain bola, ketika bertanding sambil bawa majalah, kalau-kalau tidak ada bola mereka santai sambil membaca majalah. Begitu pula tidak ada petinju ketika bertanding sambil mengenakan head-phone agar dia bias mendengarkan radio.
2. Yang menentukan adalah hasil akhir
Meskipun Persebaya pada babak 1 menang 12-0 tetapi kalau di babak kedua mereka kebobolan 20 gol, pastilah Persebaya kalah. Atau misalnya Tyson unggul angka dari ronde 1 sampai ronde 14. Tetapi kalau dia pada ronde 15 dipukul KO oleh Holyfield, maka 14 ronde itu tidak ada artinya.
Dua hal ini selaras dengan apa yang ada di dalam Kisah Para Rasul 20:24. Bersungguh-sungguh dan Mencapai garis akhir.
Hidup kita ini ibarat sedang dalam pertandingan. Paulus dalam 1Korintus 9:24-27 menyampaikan:
1. Menguasai dirinya dalam segala hal (ayat 25)
Menguasai diri di dalam bahasa Yunani dituliskan dengan kata egkrateumai. Yang berarti mengekang diri, memusatkan diri, menghindari diri. Setiap orang yang bertanding akan berusaha menguasai dirinya. Artinya tidak berleha-leha, lengah, terlena, enak-enakan, atau dalam keadaan tidak waspada.
|
|
Baca Seterusnya
|
|
|
Mesej dan Renungan
|
|
Tuesday, 09 June 2009 |
|
Worship Leading is a far more complex role than most worship leaders realize! They start off thinking that all they have to do is sing and the rest will follow, but over the years I have learned many things about worship leading and handling my musicians and singers. In creating and working with different worship teams I have also made hundreds of mistakes, most if which I do not want you to make when you are Worship Leading . I would like to share with you a couple of things I’ve been taught, in the hope that you’ll be able to duck these little bumps along your own journey.
Worship leading needs to be a passion for the worship leader, but for most of your band and singers, you may be dispirited to find that they are not as passionate as you when it comes to your worship leading!
|
|
Baca Seterusnya
|
|
|
Mesej dan Renungan
|
|
Thursday, 21 May 2009 |
|
Tuhan mau kita untuk membawa sistem kerajaan-Nya ke dunia marketplace.
Apa itu dunia marketplace? Dunia marketplace adalah tempat kegiatan Anda sehari-hari, termasuk tempat kerja, tempat usaha, kampus. Berarti marketplace mencakup keluarga, bidang hukum, kepemerintahan, media dan komunikasi, art dan entertainment, pendidikan, ekonomi.
Lukas 19:13 menyatakan bahwa kita harus berdagang sampai Yesus (sang raja) datang kembali. Kita harus mengelola apa yang sudah dipercayakan pada kita untuk pengembangan kerajaan-Nya. Kata berdagang di Lukas 19:13 di beberapa terjemahan lain berkata “kuasai sampai Aku datang”. Jadi, Tuhan sudah memerintahkan kita untuk berkuasa di dunia marketplace.
Bagaimana caranya kita bisa memenuhi setiap bagian daripada masyarakat dengan urapan dan kemuliaan Allah?
Langkah pertama adalah mengenal taktik kebohongan sang penguasa sementara di dunia marketplace, yaitu Lucifer.
|
|
Baca Seterusnya
|
|
|
Mesej dan Renungan
|
|
Tuesday, 31 March 2009 |
|
Dalam situasi krisis yang melanda Amerika bahkan dunia, tidak sedikit manusia telah kehilangan pekerjaan, rumah, keluarga bahkan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Disisi lain, tidak satupun seorang manusia yang tidak pernah mengalami krisis dalam hidupnya. Entahkah dia orang Percaya, orang Atheis, Tua, Muda, Kaya, Miskin, kulit Coklat, Hitam, Putih semua kita pernah melewati krisis itu dalam hidup ini.
Berbagai pandangan manusia juga berbeda-beda ketika mereka melewati atau memandang sebuah krisis, ada yg survive tapi ada juga yg gagal. Baik itu krisis keluarga, Pekerjaan, Kesehatan, Lingkungan, Ekonomi, pendeknya semua yang ada diatas muka bumi ini selama kita hidup, kita akan dan pernah melewati yang satu ini.
Saya ingin sharing dan mencoba membagi pengalaman ini, ketika melewati masa-masa krisis itu dalam hidup saya. Tidak semua mungkin kita agree dengan pandangan dan langkah-langkah yg saya ambil ketika melewatinya. Tapi biarlah boleh menjadi berkat bagi kita, dan saya mengakui tidaklah mudah untuk kita mampu dan tetap kuat ketika melewati masa-masa krisis itu, saya menyadari kita masih manusia biasa yang oleh karena kasih karuniaNya sajalah kita tetap kuat. Salah satu kekuatan itu adalah lihatlah krisis itu sebagai proses dimana kita sedang memasuki satu keadaan yg lebih baik yg telah disediakan olehNya. Ya hanya melalui kaca mata rohani yaitu iman, kita akan mampu dan mengerti bahwa saat kita masuk pada masa krisis Tuhan sedang membawa kita kepada hal-hal yang baru.
|
|
Baca Seterusnya
|
|
|
Mesej dan Renungan
|
|
Thursday, 12 March 2009 |
|
Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada editor salah satu surat kabar di inggris, seorang pria mengeluh karena ia tidak melihat adanya manfaat pergi beribadah di gereja setiap Minggu.
"Sampai saat ini saya telah mengikuti kebaktian cukup teratur selama 30 tahun terakhir," tulisnya,"dan selama itu... saya telah mendengarkan tidak kurang dari 3000 kotbah.
Namun yang saya takutkan adalah ternyata saya tidak dapat mengingatnya satu pun diantaranya.
Saya berpikir mungkin waktu kotbah pendeta itu akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk melakukan hal lain.
Surat itu menimbulkan banyak reaksi. Namun,satu di antaranya menjadi solusi dari permasalahan ini :
" Saya telah menikah selama 30 tahun. Selama waktu itu saya telah menyantap 32.850 hidangan .Sebagian besar adalah masakan istri saya. Tiba-tiba saya menyadari bahwa saya tidak dapat mengingat satu pun menu itu. Namun demikian, saya memperoleh gizi dari setiap hidangan itu. Saya yakin sekali bahwa tanpa segala hidangan itu saya tentu mati kelaparan bertahun-tahun lalu."
Ibrani 10:19-25
Sumber : AirHidup.Com
|
|
|